meja13.com/app/Default0.aspx?lang=id

Friday, April 29, 2016

Pakai Ban Bekas, Peneliti Ciptakan Perangkap Nyamuk Efektif


Jakarta - Dalam sebuah langkah yang mungkin dapat berimplikasi luas untuk negara-negara khatulistiwa, sekelompok peneliti di Kanada telah merancang cara murah dan ramah lingkungan untuk mengurangi populasi nyamuk pembawa penyakit.

"Kami memakai tempat yang biasa dipakai berkembang biak nyamuk yaitu ban bekas sebagai senjata untuk melawan mereka," kata ahli kimia dan kesehatan lingkungan Gerardo Ulibarri, PhD, dari Laurentian University.

Ulibari adalah pengembang alat bernama ovilanta yang dibuat dari ban bekas. Satu ban tergantung dari ukurannya bisa dibuat menjadi dua atau tiga ovilanta dan cara ini sudah dinilai dalam studi cukup efektif untuk menekan populasi nyamuk. Dalam 10 bulan, 84 ovilanta yang ditempatkan di tujuh area kota Sayaxche berhasil menghancurkan 18 ribu larva nyamuk aedes.

Satu ban dibuat menjadi ovilanta dengan membagi-baginyanya menjadi beberapa bagian. Satu bagian terpilih kemudian dibuatkan lubang yang berfungsi sebagai saluran buang di tengah cekungan, diisi air, lalu pada ujung kanan dan kiri taruh kertas untuk tempat nyamuk betina bertelur nantinya.


Gantungkan alat di tempat teduh yang tak terganggu air hujan dan dalam satu minggu air yang ada harus dikuras minimal dua kali. Ulibari mengatakan prosedur mengurasnya adalah dengan menyiapkan wadah yang diatasnya dilengkapi saringan seperti kaos putih, lalu membuka saluran yang ada di tengah cekungan ban sehingga air mengalir keluar.

Nantinya akan terlihat larva nyamuk yang terperangkap. Cek juga kertas untuk telur nyamuk dan bila ada hancurkan dengan cara membakar atau merendamnya dalam cairan klorin. Jangan buang kertas sembarangan karena telur nyamuk cukup tangguh bisa bertahan di lingkungan kering selama beberapa waktu.

"Penting setelah itu untuk menggunakan kembali airnya karena setelah telur menetas, para nyamuk akan mengeluarkan feromon yang memberi tahu nyamuk lain bahwa di sini adalah tempat aman untuk bertelur," kata Ulibarri seperti dikutip dari BBC, Jumat (29/4/2016).

"Memahami perilaku musuh adalah cara terbaik untuk melawan," pungkas Ulibarri.








AGEN CAPSA

BANDAR CAPSA

BINTANG CAPSA


LINK ANTI NAWALA : http://192.169.219.143/

No comments:

Post a Comment