meja13.com/app/Default0.aspx?lang=id
Sunday, November 29, 2015
Turki Serahkan Jasad Pilot Jet Tempur Rusia yang Ditembak Jatuh

Bandar Capsa - Jasad pilot jet Sukhoi yang ditembak Turki di perbatasan Suriah telah diserahkan ke pihak Rusia. Jasad tersebut diterima oleh salah seorang diplomat Rusia.
Dilansir Reuters, Minggu (29/11/2015), sebuah peti mati yang membawa pilot bernama Oleg Peskhov itu tiba di landasan Hatay, Turki dengan menggunakan ambulans. Hatay berada di sebelah selatan Turki dekat perbatasan Suriah.
"Peti mati tersebut kemudian diterbangkan ke ibu kota Ankara," kata kantor berita Rusia, RIA.
Duta Besar Moskow dan atase militer Rusia juga ikut mendampingi peti mati Peskhov. Namun pihak Kedutaan Besar Rusia menolak berkomentar mengenai hal ini.
Pemerintah Rusia sebelumnya telah bersumpah akan mengambil langkah-langkah pembalasan terhadap perekonomian Turki sebagai respons atas penembakan pesawat tempurnya oleh jet tempur F-16 Turki.
Kemudian Rusia telah mengumumkan sanksi ekonomi kepada Turki. Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak meminta maaf kepada Rusia. Erdogan sempat menyebut Rusia 'bermain api' dengan terlibat dalam operasi militer di Suriah terkait kelompok militan ISIS.
Penembakan pesawat Rusia ini menjadi salah satu insiden paling serius antara Turki, yang merupakan negara anggora NATO dengan Rusia dalam setengah abad terakhir. NATO sendiri telah menyatakan dukungannya untuk Turki, sembari menyerukan semua pihak tetap tenang.
Versi otoritas Rusia menyebut, pesawatnya diserang ketika masih mengudara di dalam wilayah Suriah, atau sekitar 1 kilometer dari perbatasan. Presiden Vladimir Putin bahkan mengingatkan soal konsekuensi serius pada hubungan kedua negara usai insiden ini. Tidak hanya itu, Putin juga menyebut Turki telah menikam Rusia dari belakang serta menyebut Turki sebagai kaki tangan teroris.
Namun dalam suratnya kepada Dewan Keamanan PBB, Turki menyatakan pesawat Rusia itu ditembak jatuh di wilayah udaranya. Turki menyebut ada dua pesawat, yang saat itu tidak diketahui asal negaranya, masuk ke dalam wilayah udara Turki selama 17 detik. Peringatan pun telah diberikan agar pesawat-pesawat itu berputar arah, bahkan disebut ada 10 kali peringatan dalam waktu 5 menit.
Kecelakaan Taksi Vs Bus di Afrika Selatan, 19 Orang Tewas

Bandar Capsa - Sebuah taksi terbakar usai bertabrakan dengan sebuah truk di Afrika Selatan. Sedikitnya 19 orang tewas akibat kejadian tersebut.
Peristiwa itu dikabarkan media-media setempat seperti dilansir AFP, Minggu (29/11/1015). Kecelakaan itu terjadi di dekat Kota Westonaria, Provinsi Gauteng.
Selain 19 orang tewas, ada 4 orang lainnya yang terluka parah. Lokasi kecelakaan itu memang disebut sebagai jalur yang mematikan karena sering memakan korban.
"Taksi terguling-guling beberapa kali sebelum akhirnya terbakar," kata petugas medis Chitra Bodasing.
Tahun ini di Afrika Selatan sebanyak 1.300 orang tewas dalam kecelakaan berkendaraan jelang musim liburan Natal. Jumlahnya korban tewas tahun ini diperkirakan sama dengan tahun lalu.
"Jumlah korban yang tewas tahun ini diperkirakan sama dengan jumlah korban tewas dalam kendaraan tahun lalu," tutupnya.
Seorang Anggota TNI Tewas Ditembak OTK di Poso

Bandar Capsa - Satu orang anggota TNI tewas saat kontak senjata dengan kelompok bersenjata di Poso, Sulawesi Tengah. Prajurit yang gugur di medan tugas itu adalah Serka Sainuddin (32).
Kabar tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dihubungi detikcom, Minggu (29/11/2015) malam.
Dijelaskan Frans, peristiwa baku tembak antara tim ambush (pengendapan) TNI Bravo 15 dengan kelompok orang tak dikenal (OTK) terjadi di Dusun Gayatri, Desa Maranda, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (29/11) pukul 09.30 Wita. Serka Zainuddin pun tewas akibat tertembak.
Anggota Batalyon 712 Wiratama, Manado, Sulawesi Utara, tersebut tertembak di bagian punggung kanan (skavula). Dia pun langsung tewas di tempat.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VII Wirabuana Kolonel Inf I Made Sutia juga membenarkan peristiwa ini saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (29/11) malam.
Kemendagri: DKI Sudah Terlambat Susun Anggaran 2016

Bandar Capsa - Kementerian Dalam Negeri menyatakan Pemerintah Daerah DKI, yakni eksekutif dan legislatif DKI, sudah terlambat menyusun anggaran untuk 2016. Seharusnya, Rancangan Peraturan Daerah APBD 2016 sudah disepakati esok hari (30/11). Namun kenyataannya, yang akan disepakati esok hari barulah sebatas cikal bakal Raperda APBD 2016.
"Kalau benar KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara) baru diajukan ke DPRD besok, itu sudah sangat terlambat sekali," kata Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Reydonnyzar Moenek (Donny) kepada detikcom, Minggu (29/11/2015).
KUA-PPAS merupakan cikal bakal APBD. Memang, Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur Basuki T Purnama (Ahok) akan mengajukan KUA-PPAS ke DPRD DKI untuk membuat nota kesepakatan (Memorandum of Understanding/MoU) pada esok hari.
Inilah yang dinilai Kemendagri sebagai sebuah keterlambatan. Keterlambatan ini karena pihak Pemprov DKI disibukkan menyisir anggaran siluman di APBD 2016 nantinya.
Padahal, menurut Donny, seharusnya 30 November besok direncanakan menghasilkan Ranperda APBD 2016. Ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 312 ayat (1) yang berbunyi. "Kepala daerah dan DPRD wajib menyetujui bersama rancangan Perda tentang APBD paling lambat 1 (satu) bulan sebelum dimulainya tahun anggaran setiap tahun," kata Donny.
Donny menyatakan, seharusnya nota kesepakatan tentang KUA-PPAS sudah bisa didapatkan pada Juni atau Juli lampau. Usai nota kesepakatan tentang KUA-PPAS, tahapan selanjutnya adalah Kepala Daerah menerbitkan surat edaran pedoman penyusunan RKA SKPD (Rencana Kebijakan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan RKA PPKD (Pejabat Pengelola Keuangan Daerah).
"Selanjutnya, komisi-komisi di DPRD DKI dengan mitra terkait membahas KUA-PPAS itu membahas selama 60 hari," kata Donny.
Lebih lanjut Donny menjelaskan, pembahasan KUA-PPAS saat ini tidak boleh berbentuk gelondongan (tanpa dirinci). Awalnya, Pemprov DKI membuat KUA-PPAS 2016 dalam format gelondongan, namun Kemendagri menyatakan format gelondongan bisa memunculkan kerawanan penyimpangan penyusunan anggaran.
"Itu kami koreksi saat prakonsultasi September yang lalu," kata Donny yang juga Pejabat Gubernur Sumatera Barat ini.
Friday, November 27, 2015
Reputasi Partai Dipertaruhkan, Anggota MKD Golkar Harus Obyektif

Bandar Capsa - Fraksi Golkar melakukan perombakan dengan mengganti tiga anggota di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Pergantian ini diharapkan bukan intervensi dan MKD tetap harus obyektif dalam mengusut kasus dugaan pencatutan oleh Ketua DPR Setya Novanto.
"Golkar DPR harus obyektif dan profesional dalam mengadili dugaan kasus yang menimpa Pak Setya Novanto," ujar politikus Golkar Ace Hasan Syadzily saat dikonfirmasi, Jumat (27/11/2015).
Dia menyebut bila tak memperlihatkan kinerja yang obyektif maka akan berpengaruh terhadap reputasi Golkar. Tiga anggota MKD diminta tak mempertaruhkan martabat partai hanya membela koleganya.
"Akan berpengaruh terhadap keberadaan Golkar di mata masyarakat. Kasus Pak Setya Novanto ini menjadi sorotan masyarakat. Jangan karena membela satu kader, citra reputasi Golkar secara kesuluruhan menjadi korbannya," sebutnya.
Mengacu konflik internal Partai Beringin selama setahun terakhir sudah membuat elektabilitas partai menurun. Adapun kasus NOvanto-Freeport ini diharapkan tidak semakin memperburuk citra partai.
"Kita sedang berkonflik sekarang secara internal yang membuat Golkar turun secara elektoral. Jangan kemudian ini ditambah dengan kasus Pak Setya Novanto yang bisa berakibat semakin buruknya citra Partai," ujar eks Anggota DPR 2009-2014 itu.
Terkait nama Kahar Muzakir yang menggantikan Hardi Soesilo diminta untuk mengedepankan kepentingan partai. Ia tak ingin kehadiran Kahar ini justru memunculkan kontroversi
"Karena itu, siapapun kader Golkar yang ditugaskan di MKD harus memikirkan kepentingan Partai, jangan mementingkan kedekatannya dengan Pak Novanto sendiri," tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, F-Golkar menggantikan tiga angggota MKD mulai Kamis (26/11/2015). Ketiga anggota MKD dari fraksi Golkar yang diganti adalah Hardi Soesilo digantikan Kahar Muzakir. Lalu, Budi Supriyanto digantikan Adies Kadir. Kemudian, Ridwan Bae menggantikan Dadang S Muchtar.
Dinas Kesehatan Papua: Gejala Sebelum Meninggal Demam dan Kejang-kejang

Bandar Capsa - Dinas Kesehatan Papua menyebut jumlah anak yang meninggal secara misterius di Kabupaten Nduga sebanyak 32 orang. Sebelum meninggal, anak-anak tersebut mengalami demam dan kejang-kejang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai menyebutkan anak-anak yang meninggal itu rata-rata berumur di bawah dua tahun. Namun, Dinas Kesehatan sampai saat ini belum mengetahui penyebab meninggalnya puluhan anak secara misterius itu.
"Gejala anak-anak sebelum meninggal adalah demam, menggigil dan kejang-kejang. Lokasi kejadian di Distrik Mbua, tepatnya di Kampung Doigimo, Opmo, Barapngin, dan Labirik," kata Aloysius Giyai saat ditemui di Kantor Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) di Kota Jayapura, Jumat(27/11/2015)
Pihaknya baru mengirimkan tim crisis center yang berjumlah enam orang ke Kabupaten Nduga pada Jumat (27/11). Tim itu menempuh elalui jalur Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan jalan darat ke Kabupaten Nduga, guna melakukan investigasi dan tindakan-tindakan darurat lainnya.
"Semoga dalam dua hari ke depan akan segera didapatkan tindak lanjut kerja yang akan dilakukan Dinas Kesehatan dan lembaga terkait penyelesaian masalah di Distrik Mbua ini," katanya.
Kepala Distrik Mbuwa Erias Gwijangge mengatakan kematian balita ini terjadi setelah kemarau berkepanjangan dan hujan baru turun di daerah itu. "Waktu beberapa kali turun hujan, hewan ternak di kampung-kampung mendadak mati. Babi dan ayam mendadak mati tanpa diketahui penyebabnya," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Nduga, Mesak Kogoya mengatakan, para balita ini meninggal misterius di Kabupaten Nduga, sepanjang November 2015 ini. Kasus ini terjadi di dua distrik, yaitu Distrik Mbuwa dan Distrik Bumulyama. Di Mbuwa ada Puskesmas dan dokter, sementara di Bumulyama hanya ada puskesmas pembantu.
"Kami terpaksa tak bisa keliling ke kampung-kampung, tempat lokasi anak-anak meninggal ini, sebab kami kekurangan tenaga medis. Sehingga kami terpaksa hanya menunggu pasien di distrik. Karena saat petugas berada di kampung yang satu, di kampung lainnya terjadi kematian," ucapnya.
Sindiran Sujiwo Tedjo ke Komisi III yang Tak Kunjung Pilih Pimpinan KPK
Bandar Capsa - Seniman Sujiwo Tedjo melayangkan sindiran kepada para anggota
Komisi III DPR yang tak kunjung melakukan pemilihan pimpinan KPK. Sujiwo
menyebut DPR menghina presiden bila tidak segera memilih pimpinan KPK
jilid 4.
"Capim itu yang milih kan pansel, pansel kan yang
ngangkat Jokowi, sehingga kalau DPR menentang hasil ini aku bilang dua
yang dihadapin. Dia menghina Jokowi, karena yang angkat pansel kan
Jokowi," kata Sujiwo Tedjo usai menghadiri diskusi di KPK, Jl HR Rasuna
Said, Jakarta Selatan, Jumat (27/11/2015).
Selain itu, dalang
kontroversial itu juga menganggap bahwa ada kesan komisi III menganggap
remeh kinerja Pansel. Hal ini tercermin dari sikap komisi III yang terus
mempermasalahkan hasil kerja 9 srikandi Pansel.
"Dia menghina
perempuan karena anggota pansel perempuan semua. Jadi DPR ini sedang
menghina perempuan, ini sexist lho bisa bahaya," tegasnya.
Seperti
diketahui, hingga saat ini para anggota komisi III masih plin-plan soal
pemilihan pimpinan KPK jilid 4. Bahkan, DPR tak kunjung menentukan
jadwal uji kelayakan dan kepatutan.
Berbagai alasan disampaikan anggota komisi III. Padahal, kinerja Pansel KPK sama sekali tak menyalahi undang-undang.
Menengok Pelebaran Akses Jalan Perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong

Bandar Capsa - Sebagai gardu depan dan pintu masuk antara Indonesia dengan Malaysia, kondisi Entikong, Kalimantan Barat memang dinilai tidak layak. Namun, semua itu akan berubah dengan adanya pembangunan pelebaran akses jalan di wilayah tersebut.
Hal tersebut dilakukan oleh Kementrian PU dalam rangka percepatan pembangunan untuk merubah wilayah perbatasan menjadi Halaman Depan Negara. Itu sesuai dengan Inpres Nomor 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan 7 (Tujuh) Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan, di mana 3 dari 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) terdapat di Kalimantan.
Ketujuh PLBN yang akan dilebarkan yaitu PLBN Aruk, Kabupaten Sambas, PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau dan PLBN Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. Pembangunan PLBN tersebut harus selesai dalam waktu 2 tahun sejak dikeluarkannya Inpres tersebut pada tanggal 28 April 2015.
Detikcom bersama rombongan Kementerian PU berkesempatan melihat proses pembangunan pelebaran jalan akses di Kabupaten Entikong sepanjang 3,4 km itu, Jumat (27/11/2015). Nantinya akses jalan itu akan dibangun dengan 4 jalur dengan dengan lebar 19 meter dan dua lajur dengan lebar 9,5 meter.
Menurut Dirjen Bina Marga Kementerian PU, Hediyanto W Husaeni, pelebaran jalan akses di Entikong sangatlah penting. Pasalnya, perbatasan Entikong merupakan perbatasan paling padat dari dua pos perbatasan lainnya di Kalimantan Barat.
"Pos lintas batas ada tiga di Kalimantan Barat yaitu Aruk, Badau dan Entikong. Entikong paling besar sehingga posisi penting. Karena itu, untuk mewujudkan pos perbatasan yang lebih baik dari negara tetangga, maka tidak hanya lintas batasnya, infrasktruktur pendukung minimal juga harus sama. Indonesia bertekad lebih baik akan membangun jalan paralel dan akses," jelas Hediyanto saat meninjau lokasi.
Hediyanto mengatakan, pelebaran akses jalan di perbatasan dilakukan dari Balai Karangan hingga Entikong dengan total 21 km yang akan selesai di 2016. Namun, untuk tahun 2015 sendiri ditargetkan 5-7 km jalan sudah selesai dilebarkan.
"Jadi 1,5 tahun ke depan kita akan lebih baik dari Malaysia dan jadi kebanggaan bangsa Indonesia. Untuk pelebaran jalan di 2015 itu menggunakan uang Rp 50 Miliar, dan pengerjaannya hampir selesai," terang Hediyanto.
Hediyanto mengatakan, persoalan awal pelebaran jalan ialah pembebasan lahan. Namun, saat ini masyarakat sangat antusias memberikan lahannya sangat cepat.
"Material juga tersedia dengan cukup. Keinginan sejalan dengan pemerintah. Bersosialisasi dan semangat kebangsaan lebih kental," terangnya.
Lalu bagaimana dengan perbatasan di Aruk dan Badau?
"Tetap kita bekerja. Ada tiga paket berlangsung dan semua BUMN. Seperti di Entikong," jawab Hediyanto.
Seperti diketahui, PLBN Entikong yang berlokasi di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat ini memiliki luas lahan 8,03 hektar dengan luas bangunan 19.493 m2 (zona inti) yang dilaksanakan selama 480 hari ditargetkan selesai 2016, nilai proyeknya Rp 152,4 miliar.
Bertemu Jaksa Agung se-ASEAN dan China, Prasetyo Bahas Buronan dan Aset Negara

Bandar Capsa - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menyambangi China dalam rangka Konferensi Jaksa Agung se-ASEAN dan China. Prasetyo sempat menyampaikan sejumlah misi yang dibawanya ke negeri Tirai Bambu itu.
"Jaksa Agung RI Prasetyo berharap dengan adanya Deklarasi Bersama Jaksa Agung China-ASEAN, segala hambatan dan kendala administrasi yang selama ini dialami oleh Indonesia dalam melakukan pengejaran buronan dan pengembalian aset negara yang dibawa lari ke luar negeri dapat diatasi," ucap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Amir Yanto dalam keterangannya, Jumat (27/11/2015).
Sebelumnya pada tanggal 26 November 2015, Prasetyo menandatangani deklarasi bersama di akhir konferensi tersebut yang digelar di Nanning, Guangxi, China. Kegiatan konferensi Jaksa Agung China-ASEAN ke-9 itu sendiri berlangsung dari tanggal 24 November hingga 26 November 2015.
"Dalam Deklarasi Bersama itu terdapat 5 poin penting yang disepakati yaitu prinsip kesamaan kedudukan, saling percaya dan menguntungkan serta membangun konsensus yang lebih jauh lagi dalam pemberantasan korupsi; setia dan efektif dalam pemenuhan tugas dari otoritas penuntutan berdasarkan konvensi PBB, perjanjian bilateral dan multilateral; membuat usaha bersama untuk mendukung dan mengambil langkah-langkah dalam pengembalian buronan, pengembalian aset dan melakukan perampasan aset untuk meningkatkan kerja sama internasional dalam penanganan korupsi," kata Amir.
"Kemudian mengintensifkan pertukaran informasi atas kejahatan dan secara terus menerus saling memperbaharui terhadap monitor, pelacakan dan pengambilan data dan intelijen mengenai aliran pelaku tindak pidana korupsi dan transfer aset melalui batas negara; dan memperdalam pertukaran informasi penuntutan secara internasional terhadap pengembalian terpidana dan pengembalian aset dengan melakukan pertukaran jaksa, pelatihan, melaksanakan seminar bersama dan pembahasan perkara-perkara tertentu melalui video konferensi dalam upaya bersama untuk meningkatkan kapasitas jaksa dalam menangani kejahatan transnational korupsi," sambung Amir.
Amir juga menyebut di sela-sela konferensi, Prasetyo sempat melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah mitra. Pembicaraan masalah hukum pun dilakukan.
"Pembicaraan masalah hukum WNI dengan Malaysia, penanganan kasus Mary Jane di Filipina, buronan tindak pidana korupsi di sejumlah negara antara lain dengan Kejaksaan Agung China, Singapura dan Kamboja," ucap Amir.
Ikut menemani Prasetyo dalam kegiatan tersebut yaitu Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Jan Maringka dan Kepala Pusat Pemulihan Pemulihan Aset Loeke Larasati.
Pemerkosa Karyawati di JPO Lebak Bulus Biasa JadiTimer di Ciputat

Bandar Capsa - ITH (29), pelaku pemerkosa karyawati di JPO Lebak Bulus, Jaksel adalah seorang residivis. Pelaku diketahui sebagai timer di Ciputat, Jaksel yang sering berpindah-pindah alamat dan tidak punya pekerjaan tetap.
"Yang bersangkutan sering berada di pangkalan angkutan umum di Roxy, Ciputat, Jaksel dan tidak punya pekerjaan tetap, namun seringkali menjadi timer angkutan umum," terang Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso kepada wartawan di Jakarta, Jumat (27/11/2015).
Eko menambahkan, pelaku juga seorang residivis kasus penganiayaan dan pemerasan. "Dia baru bebas pada November 2014 lalu," imbuhnya.
Eko dan Kanit V Subdit Resmob Kompol Handik Zusen yang memimpin perburuan, mengidentifikasi pelaku berdasar keterangan saksi-saksi dan korban. Setelah mendapatkan ciri-cirinya, pelaku kemudian diintai selama beberapa hari dan dipotret.
Foto wajah pelaku kemudian ditunjukkan kepada korban, dan korban membenarkan bahwa ITH adalah pelakunya. Hingga akhirnya polisi mengetahui pelaku siang tadi berada di Slipi, Jakarta Barat yang kemudian dibuntuti saat mengemudikan motor.
Pelaku sempat kabur saat hendak ditangkap polisi, hingga berakhir di Jl Wijaya, Jaksel. Di situ, pelaku melawan petugas dengan golok hingga polisi mengeluarkan tembakan terarah untuk melumpuhkan pelaku.
Pelaku tertembak di dada sebanyak 2 kali tembakan. Pelaku pun tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Thursday, November 26, 2015
Antara Setya Novanto dan Sindiran Papa Minta Saham
meja13 - Setelah Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan kasus pencatutan Presiden dan Wapres ke MKD DPR, nama Setya Novanto seolah begitu populer. Sindiran papa minta saham pun semakin sering terlontar ke arah Ketua DPR RI dari Partai Golkar itu.
Popularitas Novanto, setelah transkrip dan rekaman percakapannya muncul ke publik, melambung tinggi. Setiap hari nama Novanto muncul di berbagai media, Mahkamah Kehormatan Dewan yang tengah menyelidiki pelanggaran kode etik orang nomor satu di DPR ini pun ikut tenar.
Seperti permintaan MKD agar masyarakat mengawal, rakyat pun tak sedetikpun berpaling dari kasus pencatutan nama Presiden dan Wapres dalam pembicaraan Novanto, pengusaha Reza Chalid, dengan Bos PT Freeport Indonesia. Kasus ini pun terus bergulir di MKD. Seiring masyarakat yang mendesak kasus ini dituntaskan, tokoh-tokoh pun menyerukan hal yang sama.
Beberapa anggota DPR mulai menyerukan mosi tidak percaya, ada juga yang mendesak Setya Novanto mundur dari kursi pimpinan DPR. Sementara beberapa tokoh lain memilih berpolitik cantik dengan sindiran, tentu harapannya sama agar kebenaran ditegakkan oleh MKD DPR. Meski tak dipungkiri beberapa pentolak KMP di DPR pasang badan buat Novanto.
Presiden Jokowi yang namanya dicatut dalam percakapan itu, jadi orang pertama yang melontarkan sindiran tajam ke Novanto. Jokowi juga yakin MKD akan memproses kasus ini secara berkeadilan.
"Paling ramai apa, 'papa minta pulsa', diganti 'papa minta saham'," ujar Jokowi dalam sambutan Konvensi Nasional Humas 2015 (KNH) Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia di Istana Negara, Rabu (18/11/2015). Tentu saja pernyataan Presiden itu disambut tawa peserta. 'Papa Minta Saham' memang jadi trending topic di Twitter saat kasus pencatutan Presiden dilaporkan Menteri ESDM ke MKD DPR.
Sindiran yang sama dilontarkan anggota F-PDIP DPR Effendi Simbolon. Tak main-main, Effendi melontarkan sindiran kepada Novanto yang diundangnya menghadiri sidang promosi doktor di Universitas Padjajaran. Sudah jauh-jauh ke Bandung, Novanto pun harus pulang lebih cepat.
"Perkenalkan my speaker Setya Novanto. Sekarang trending topicnya sudah bukan papa minta saham, sekarang papa sudah jadi doktor," ujar Effendi yang disambut gelak tawa hadirin.
Hal itu disampaikan Effendi di sesi ucapan selamat usai sidang promosi gelar doktornya di Graha Sanusi Unpad, Jalan Dipatiukur, Bandung, Selasa (24/11/2015).
Novanto meninggalkan acara gelar promosi doktor Effendi tanpa memberikan selamat dahulu. Meski diguyur hujan besar, tak menyurutkan langkahnya meninggalkan aula Graha Sanusi. Ia pergi sesaat setelah Effendi menyindirnya di depan ratusan yang hadir di sidang promosinya.
Sindiran Effendi itu belum yang terakhir bagi Novanto. Dalam pertunjungan Ketoprak yang digelar PDIP di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jl Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/11), Novanto kembali kena sindiran.
Dalam acara pagelaran seni yang digagas oleh PDIP. Seniman kawakan Butet Kartaredjasa yang menjadi lakon dalam ketoprak itu banyak memberi sindiran, terutama tentu soal kasus Novanto di MKD DPR.
Butet yang memerankan tokoh pengkhianat Jayakatwang beberapa kali mengungkit kasus-kasus yang sedang hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat dalam dialognya. Namun tentunya disesuaikan dengan alur cerita ketoprak bertajuk 'Bangun Majapahit' itu.
Seperti contoh pencatutan nama Presiden Joko Widodo terkait saham PT Freeport oleh Ketua DPR Setya Novanto. Butet menyindir pencatutan nama tersebut dalam adegan saat Raja Jayakatwang (Butet) menerima Arya Wijaya bersama Wijaya yang kerajaannya, Singasari, kalah dari Kerajaan Kediri pimpinannya.
"Kamu ke sini benar datang untuk mengabdi pada saya? Jangan mentang-mentang kamu mencatut nama Paman Wiraraja lalu kamu bisa saya terima," kata Butet Kartaredjasa dalam lakonnya di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jl Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2015).
"Kalau benar kalian mau mengabdi, baiklah. Saya akan mengampuni kalian. Dan saya akan berikan kalian wilayah Tarik untuk dikelola oleh kalian," lanjutnya disambut tawa penonton.
Acara itu dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Lalu beberapa menteri dari Kabinet Kerja di antaranya Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menko PMK Puan Maharani, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.
Hadir juga di tengah-tengah pertunjukan Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Sekjen Partai Golkar versi Munas Bali Idrus Marham, dan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda Goeltom.
Di acara itu juga Novanto kena sindiran dua kali. Politikus PDIP Miing 'Bagitu' melontarkan sindiran tajam saat memberikan bingkisan kepada para lakon ketoprak.
"Ini bingkisan, tapi bukan saham lho ya," ucap Miing dari atas panggung kembali disambut tawa penonton.
Pagelaran budaya itu selesai pada pukul 22.55 WIB. Acara ditutup dengan penyerahan bunga dari Megawati kepada para pemeran lakon.
Kini kasus papa minta saham diproses oleh MKD DPR. Benar atau salah nantinya MKD yang akan memutuskan. Rakyat berharap MKD DPR mengusut kasus ini secara fair sampai tuntas.
Subscribe to:
Comments (Atom)
