Menengok Pelebaran Akses Jalan Perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong
Bandar Capsa- Sebagai gardu depan dan pintu masuk antara Indonesia dengan Malaysia, kondisi Entikong, Kalimantan Barat memang dinilai tidak layak. Namun, semua itu akan berubah dengan adanya pembangunan pelebaran akses jalan di wilayah tersebut.
Hal tersebut dilakukan oleh Kementrian PU dalam rangka percepatan pembangunan untuk merubah wilayah perbatasan menjadi Halaman Depan Negara. Itu sesuai dengan Inpres Nomor 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan 7 (Tujuh) Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan, di mana 3 dari 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) terdapat di Kalimantan.
Ketujuh PLBN yang akan dilebarkan yaitu PLBN Aruk, Kabupaten Sambas, PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau dan PLBN Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. Pembangunan PLBN tersebut harus selesai dalam waktu 2 tahun sejak dikeluarkannya Inpres tersebut pada tanggal 28 April 2015.
Detikcom bersama rombongan Kementerian PU berkesempatan melihat proses pembangunan pelebaran jalan akses di Kabupaten Entikong sepanjang 3,4 km itu, Jumat (27/11/2015). Nantinya akses jalan itu akan dibangun dengan 4 jalur dengan dengan lebar 19 meter dan dua lajur dengan lebar 9,5 meter.
Menurut Dirjen Bina Marga Kementerian PU, Hediyanto W Husaeni, pelebaran jalan akses di Entikong sangatlah penting. Pasalnya, perbatasan Entikong merupakan perbatasan paling padat dari dua pos perbatasan lainnya di Kalimantan Barat.
"Pos lintas batas ada tiga di Kalimantan Barat yaitu Aruk, Badau dan Entikong. Entikong paling besar sehingga posisi penting. Karena itu, untuk mewujudkan pos perbatasan yang lebih baik dari negara tetangga, maka tidak hanya lintas batasnya, infrasktruktur pendukung minimal juga harus sama. Indonesia bertekad lebih baik akan membangun jalan paralel dan akses," jelas Hediyanto saat meninjau lokasi.
Hediyanto mengatakan, pelebaran akses jalan di perbatasan dilakukan dari Balai Karangan hingga Entikong dengan total 21 km yang akan selesai di 2016. Namun, untuk tahun 2015 sendiri ditargetkan 5-7 km jalan sudah selesai dilebarkan.
"Jadi 1,5 tahun ke depan kita akan lebih baik dari Malaysia dan jadi kebanggaan bangsa Indonesia. Untuk pelebaran jalan di 2015 itu menggunakan uang Rp 50 Miliar, dan pengerjaannya hampir selesai," terang Hediyanto.
Hediyanto mengatakan, persoalan awal pelebaran jalan ialah pembebasan lahan. Namun, saat ini masyarakat sangat antusias memberikan lahannya sangat cepat.
"Material juga tersedia dengan cukup. Keinginan sejalan dengan pemerintah. Bersosialisasi dan semangat kebangsaan lebih kental," terangnya.
Lalu bagaimana dengan perbatasan di Aruk dan Badau?
"Tetap kita bekerja. Ada tiga paket berlangsung dan semua BUMN. Seperti di Entikong," jawab Hediyanto.
Seperti diketahui, PLBN Entikong yang berlokasi di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat ini memiliki luas lahan 8,03 hektar dengan luas bangunan 19.493 m2 (zona inti) yang dilaksanakan selama 480 hari ditargetkan selesai 2016, nilai proyeknya Rp 152,4 miliar.
No comments:
Post a Comment