meja13.com/app/Default0.aspx?lang=id
Sunday, January 31, 2016
ISIS Klaim Dalang Bom Bunuh Diri di Suriah

Bandar Capsa - 50 Orang diperkirakan tewas akibat bom mobil dan bom bunuh diri di Suriah, tepatnya di distrik Sayeda Zeinab. Pihak ISIS mengklaim bertanggungjawab atas peristiwa itu.
Diberitakan Reuters, Senin (1/2/2016), 110 orang terluka akibat ledakan tersebut. Lokasi bom berada di wilayah yang dihuni oleh kelompok Syiah di Suriah. Setelah pengeboman, pihak ISIS mengklaim bertanggungjawab.
Berdasarkan pemberitaan Amaq, media yang mendukung kelompok ISIS mengatakan "Menyerang benteng penting kelompok Syiah di Damaskus,". Kantor berita setempat menyiarkan gedung yang terbakar dan puing-puing mobil yang meledak.
Kantor berita pemerintah SANA yang mengutip sumber dari kementerian dalam negeri mengatakan bahwa kelompok milisi meledakkan bom mobil yang berada di dekat garasi sebuah perusaann angkutan umum di wilayah Koua Sudan.
Setelahnya, bom bunuh diri kembali terjadi saat orang-orang tengah menyelamatkan korban pada ledakan pertama. Perdana Menteri Suriah Wael al-Halaki mengatakan ledakan dilakukan oleh kelompok teroris yang mencoba mengangkat semangatnya setelah mengalami kekalahan dari pasukan pemerintah.
ISIS disebutkan menguasai sebagian besar Provinsi Homs, termasuk kota kuno Palmyra. Sedangkan Kota Homs sendiri telah dikuasai pemerintah secara penuh sejak gencatan senjata disepakati pada awal bulan ini.
Dengan adanya kesepakatan itu, sedikitnya 700 anggota pemberontak dan keluarga mereka akan meninggalkan distrik Al-Waer yang merupakan wilayah terakhir yang dikuasai pemberontak di Kota Homs.
HUT ke-90 Nahdlatul Ulama, Jokowi: Tetap Setia Mengawal Kebhinekaan

Bandar Capsa - Hari ini Nahdlatul Ulama (NU) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-90. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mempunyai harapan untuk NU.
"Selamat Milad NU ke-90. Tetap setia mengawal kebhinnekaan dan wujudkan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta-Jkw," ujar Jokowi melalui akun Twitter resminya @jokowi seperti dikutip Bandar Capsa, Minggu (31/1/2016).
"Saya berharap NU bersama komponen bangsa lainnya tetap setia menjadi penjaga kebhinnekaan," sambung Jokowi lewat akun Facebook pribadinya.
Peringatan hari lahir ke-90 NU sendiri telah dilaksanakan di halaman Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (30/1) lalu. Mengusung tema 'Islam Nusantara Menjaga Aset Bangsa', NU berkomitmen menjaga perdamaian dan keutuhan Indonesia.
Baca juga: Ketum PBNU Said Aqil Sebut Indonesia Darurat Radikalisme
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya mengatakan, sinergi keselarasan antar umat beragama di Indonesia hingga kini terjaga karena jasa dan perjuangan para ulama yang dicetuskan KH Hasyim Asy'ari. Dia pun berharap generasi saat ini meneruskan hal itu.
"Tugas kita saat ini meneruskan perjuangan ulama-ulama NU dari rongrongan paham radikal berbaju agama yang justru ingin membuat Indonesia porak poranda seperti yang terjadi di negara-negara Timur Tengah karena mengusung khilafah," ujarnya.
Jambret ini Tewas Setelah Tertabrak Taksi di Kelapa Gading

Bandar Capsa - Dua orang jambret tertabrak sebuah taksi usai beraksi di Jl Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara. Salah satu pelaku bernasib nahas, dia tewas di lokasi kejadian akibat kecelakaan tersebut.
Awalnya, kedua pelaku bernama Iwan (19) dan Santri Akfarid (21) menjambret pasangan suami istri yang mengendari motor di dekat Halte Bermis, Jl Perintis Kemerdekaan, Minggu (31/1/1016), pukul 13.40 WIB.
"Kedua pelaku menggunakan motor Satria FU bernopol B 4178 TFW menjambret korban dengan memepet korban dan mengambil tas korban berisi ATM dan uang Rp 85 ribu," ujar Kapolres Jakarta Utara Kombes Daniel Bolly Tifaona kepada detikcom, Minggu (31/1/2016).
Korban kemudian mengejar pelaku. Sesampainya di depan Gardu FBR Vespa Jl Perintis Kemerdekaan, pelaku panik dan menabrak taksi bernopol B 1557 OU.
"Akibat tabrakan tersebut pelaku Iwan meninggal di TKP, sementara pelaku Santri diamankan di Mapolsek Kelapa Gading," tuturnya.
Sementara itu, sopir taksi bernama Umar saat ini masih dalam perawatan di RS Mediros karena luka di bagian mata sebelah kanan akibat pecahan kaca mobil.
"Penanganan untuk kasus penjambretan sementara ditangani Polsek Kelapa Gading dan untuk tersangka yang meninggal dunia ditangani oleh Unit Laka Sat Lantas Polres Jakut," tutupnya.
Sigap Saat Teror Thamrin, AKBP Untung Diberi Penghargaan Oleh Hendropriyono

Bandar Capsa - Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani kasus ledakan Bom Thamrin pada 14 Januari lalu. Melalui Hendropriyono Strategic Consulting (HSC), ia memberi penghargaan kepada AKBP Untung Sangaji atas kesigapannya.
"14 Januari pagi kita lihat ada orang berprestasi dan prestasinya terdengar luas sekali, tidak hanya di Indonesia tapi sampai ke seluruh dunia. Mereka (dubes undangan) mesti belajar dari kita bagaimana polisi yang tidak dinas saja langsung melakukan reaksi cepat," ujar Hendropriyono.
Hal ini disampaikannya dalam sambutan acara 'Masyarakat Mendukung Pemerintah Menumpas Terorisme' sebelum memberi penghargaan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (31/1/2016). Hendro menyampaikan, tidak mudah mengambil keputusan berani untuk bertindak dalam situasi seperti itu.
"Ini tidak mudah, yang paling sulit komunikasi dengan diri sendiri siapa itu. Langsung cepat putuskan dan quick to act. Ini susah," lanjutnya.
"Kita menyampaikan suatu apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang kita harapkan akan ditiru oleh generasi yang akan datang. Kita menjalankan secara konsekuen teriakan Presiden Jokowi, 'Jangan takut, kita lawan!'" sambung Hendro.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh CEO HSC Komjen Pol Purn Gories Mere. Menurut Hendropriyono, penghargaan ini pantas didapat Untung untuk memberi semangat bagi aparat kepolisian lain dalam bertugas.
Di samping itu, Hendropriyono juga memberikan pujian kepada Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian yang juga hadir. Menurutnya, mereka contoh adik junior yang sukses dalam memberantas terorisme.
"Pak Badrodin ini apa yang dilakukan oleh jajaran Polri sejak jadi Kapolda saya perhatikan selalu sungguh-sungguh dan sekarang terbukti saktinya saat menjadi Kapolri. Kita juga sering memberikan konsultasi kepada adik-adik kita yang masih menjabat. Tito Karnavian, alhamdulillah jadi Kapolda dan terbukti saktinya," tutupnya.
Dalam kesempatan ini juga hadir Kabareskrim Komjen Anang Iskandar, Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa, Ketua DPR Ade Komarudin (Akom), mantan KSAU Marsekal TNI Purn Chappy Hakim, mantan Kepala BNPT Ansyaad Mbai, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal dan masih banyak lagi.
Saturday, January 30, 2016
Bantah Aniaya Staf Ahli, Masinton: Dia Mabok Kena Tangan Sopir

Bandar Capsa - Anggota komisi III DPR Masinton Pasaribu dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri karena dituduh menganiaya staf ahlinya, Dita Aditia Ismawati. Saat dikonfirmasi, Masinton membantah tuduhan tersebut.
"Itu gw abis dari acara pulang sama sopir, ada bertiga. Dia (Dita) telepon TA (Tenaga Ahli) aku malam itu. Dia mabok di Cikini minta dijemput karena nggak bisa bawa mobil," ucap Masinton kepada detikcom, Sabtu (30/1/2016).
Dalam laporan polisi Dita disebut sebagai staf ahli, sementara menurut Masinton Dita adalah asisten pribadi. "Dia asisten pribadiku," lanjut Masinton.
Saat dijemput, Dita ikut bersama mobil yang ditumpangi Masinton bersama tenaga ahlinya. Dita duduk di depan di samping sopir, sementara Masinton di belakang bersama TA.
"Di Jalan Otista tengah malam, dia di mobil bentar-bentar histeris, bentar-bentar gedein tip. Ya gimana orang mabok, muntah-muntah. Aku diam saja," ujar anggota PDIP itu.
Dugaan penganiayaan lalu terjadi saat tiba-tiba kata Masinton, Dita menarik setir mobil yang sedang melajut. Buk! Dita terkena pukul pada bagian mata kanan. Namun menurut Masinton, bukan dia yang memukulnya, tapi sopirnya.
"Tiba-tiba setirnya ditarik, kaget dong sopir aku yang bawa mobil. Tangannya ditepak karena mobil tiba-tiba ngerem. Dia reflek kena wajahnya," tuturnya.
"Tangan sopir aku. Ya gw kan di belakang," tegasnya.
Lalu bagaimana dengan laporannya ke Bareskrim?
"Ya hak dia kan. Gwnya kecolongan," jawab politisi asal DKI itu.
Diimbangi West Ham Tanpa Gol, Liverpool Lakoni Laga Replay

Bandar Capsa - Liverpool kembali harus melakoni laga replay di babak keempat Piala FA. Ini setelah The Reds diimbangi tanpa gol West Ham United.
Pada laga yang dihelat di Anfield, Minggu (31/1/2016) dinihari WIB, Liverpool memainkan beberapa pemain mudanya seperti Jack Stewart, Brad Smith, Cameron Brannagan, dan Joao Teixiera. Christian Benteke dipasang sebagai penyerang utama sementara Joe Allen menjabat kapten.
Meski demikian, Liverpool relatif tampil dominan dan mampu memberi tekanan kepada West Ham. Beberapa kali kecepatan pemain mudanya mampu merepotkan barisan pertahanan West Ham.
Sayangnya beberapa kali itu juga mereka membuang peluang yang didapat. Jika tidak, maka serangan lebih dulu patah sebelum memasuki kotak penalti karena salah pengertian saat mengumpan.
Peluang terbaik Liverpool di babak pertama datang dari Brannagan di menit ke-35. Sepakan keras Brannagan dari luar kotak penalti bisa ditepis oleh ujung jari Darren Randolph.
Sementara itu, West Ham beberapa kali melakukan serangan balik yang digawangi Dimitri Payet. Di masa injury time babak pertama, Pedro Obiang melepaskan sepakan voli kaki kanan tapi masih menyamping di sisi kanan gawang.
Masuk di babak kedua, Liverpool makin bernafsu melancarkan serangan demi serangan. Tapi lagi-lagi penyelesaian akhir para pemain Liverpool membuat peluang terbuang sia-sia.
Selain itu ketangguhan Randolph di bawah mistar West Ham memastikan gawangnya aman dari kebobolan. Salah satunya di menit ke-64 saat menghadang tembakan Joao Teixeira.
Ada juga dua peluang beruntun Liverpool di menit ke-72 dan ke-74 dari Benteke serta Teixeira juga mampu dihadang Randolph.
Hingga laga berakhir tak ada peluang tercipta sehingga skor tetap 0-0. Kedua tim harus memainkan lagareplay di markas West Ham.
Untuk dua babak Piala FA beruntun, Liverpool lagi-lagi harus melakoni laga ulangan setelah di babak ketiga lalu melawan Exeter City.
Susunan Pemain
Liverpool: Mignolet; Clyne, Caulker, Lovren, Smith; Brannagan (Sinclair 87'), Stewart, Allen; Ibe (Ojo 80'), Benteke, Teixeira (Enrique 90').
West Ham: Randolph; Tomkins (O'Brien 36'), Reid, Ogbonna, Cresswell; Kouyate (Jelavic 37'), Song, Obiang; Moses (Antonio 70'), Valencia, Payet.
Rotasi Pellegrini Berbuah Manis

Bandar Capsa - Manajer Manchester City, Manuel Pellegrini, sangat puas dengan kemenangan telak atas Aston Villa. Itu artinya rotasi skuatnya berjalan baik.
Rotasi mau tak mau harus dilakukan Pellegrini mengingat padatnya jadwal yang dihadapi City bulan ini. Tengok saja sejak menghadapi West Ham United pada 24 Januari lalu, City harus memainkan empat laga dalam rentang waktu kurang dari dua pekan.
Setelah bermain imbang 2-2 lawan West Ham, City harus harus menghadapi laga hidup mati di leg kedua semifinal Piala Liga Inggris kontra Everton, yang mereka sukses menangi dengan skor 3-1 sekaligus lolos ke final.
Namun, kemenangan itu harus dibayar mahal dengan cederanya Kevin De Bruyne. Dengan Sunderland menunggu pertengahan pekan depan, Pellegrini pun kembali melakukan perubahan susunan pemain saat melakoni laga babak keempat Piala FA kontra Villa di Villa Park, Sabtu (30/1/2016) malam WIB tadi.
Nama-nama seperti Bacary Sagna, Gael Clichy, Pablo Zabaleta, Fabian Delph, Fernando, Jesus Navas, dan Kelechi Iheanacho dipasang. Meski demikian, performa City tak terganggu sama sekali dan mereka tetap tampil trengginas dengan memetik kemenangan empat gol tanpa balas.
"Saya sangat senang. Kami membuat beberapa perubahan penting karena penting untuk melakukan rotasi dengan banyak pertandingan yang dimainkan," ujar Pellegrini seperti dikutip BBC.
"Sagna tampil baik sebagai bek tengah, dia tidak membuat kesalahan sama sekali, dan Caballero tampil solid di bawah mistar," sambungnya.
Polisi: Jessica Ditahan untuk 20 Hari ke Depan

Bandar Capsa - Malam ini Penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menahan Jessica Kumala Wongso atas kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin. Sampai kapan Jessica ditahan?
"Penahanan berlaku untk 20 hari," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti di gedung Dirkrimum Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (30/1/2016) malam.
Setelah 20 hari ke depan, lanjut Krishna, penyidik akan meminta perpanjangan masa penahanan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) apabila penyidikan membutuhkan proses lanjutan.
"Kami memiliki alasan subjektif kekhawatiran akan melarikan diri dan menghilangkan alat bukti. Alasan objektif untuk mengusut pasal gelar perkara yang mencukupi," ujar Krishna.
Jessica telah digelandang ke ruang tahanan Direkotrat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro. Dia tak memberikan komentar sedikitpun, termasuk tak lagi mengumbar senyum seperti yang dilakukan sebelumnya.
Gerebek Narkoba di Jakut, Sabu Hingga Puluhan Senjata Tajam Disita Polisi

Bandar Capsa - Tim gabungan dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Utara menggerebek Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakut, pagi tadi. Sejumlah paket sabu dan ekstasi serta puluhan senjata tajam disita polisi di lokasi tersebut.
Penggerebekan yang melibatkan 400 personel polisi ini dipimpin oleh Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Eko Daniyanto dan Kapolres Jakarta Utara Kombea Daniel Bolly Tifaona.
"Operasi ini kami lakukan sebagai upaya preventif sekaligus represif untuk memberantas kampung-kampung yang dijadikan sarang peredaran narkotika," ujar Eko kepada detikcom, Sabtu (30/1/2016).
Kampung Bahari memang dikenal sebagai salah satu kampung narkoba selain Kampung Ambon, Jakarta Barat, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat dan Matraman, Jakarta Timur. Polisi gencar melakukan upaya penindakan ke kampung-kampung narkoba akhir-akhir ini menyusul insiden pengeroyokan anggota narkoba di Matraman, Jaktim dan Koja Jakut beberapa waktu lalu.
Terpisah, Kapolres Jakarta Utara Kombes Daniel Bolly Tifaona mengungkap, pihaknya mengamankan sejumlah orang di lokasi tersebut.
"Kami amankan tersangka sebanyak 36 orang dengan perincian laki-laki 31 orang, perempuan 5 orang berikut sejumlah barang bukti," ujar Bolly.
Ia menambahkan, dari hasil pemeriksaan, 10 orang merupakan bandar, 21 orang positif menggunakan narkoba dan 6 orang diberikan pembinaan.
Adapun barang bukti yang disita adalah sebagai berikut:
- 42 paket kristal/sabu
- 1 garis ganja
- 100 butir tablet/ekstasi
- 60 buah sajam
- 1 set CCTV
- 2 buah senapan angin
- 10 peluru gotri
- 8 buah bong
- 30 pack plastik klip
- 4 buah kembang api
- 4 gulung alumunium foil
- 6 buah Hp
- 3 buah timbangan
- 2 buah air soft gun
- 2 buah ipad
- 4 buah laptop
Bentrok 2 Ormas Pecah di Medan, Situasi Mencekam

Bandar Capsa - Bentrokan terjadi di Medan, Sumatera Utara. Ada aksi bakar-bakaran. Situasi mencekam.
Bentrokan terjadi di Jl Asia Afrika dan Jl Thamrin, Sabtu (30/1/2016) sore. Tidak diketahui sebabnya, massa ormas tiba-tiba menyerang markas ormas lain. Mereka juga membakar spanduk dan beberapa barang di markas tersebut.
Berdasarkan foto yang dikirimkan warga setempat ke pasangmata.com, api membakar di depan pos ormas. Warga menyelamatkan diri dari amukan massa sehingga membuat jalanan lengang. Pertokoan di sekitar lokasi tampak tutup.
Belum diketahui ada tidaknya korban dalam kejadian ini. Polisi dan TNI sudah turun ke lokasi. Saat ini, situasi sudah terkendali tapi masih mencekam.
Friday, January 29, 2016
Pemprov DKI Targetkan Guru dan Siswa Baca 5 Juta Judul Buku Dalam Setahun

Bandar Capsa - Dinas Pendidikan DKI Jakarta menargetkan sebanyak 5 juta judul buku harus bisa dibaca dalam 1 tahun oleh guru maupun siswa. Program ini untuk meningkatkan budaya membaca dan menulis di lingkungan DKI Jakarta.
"Dalam setahun kami menargetkan sebanyak 5 juta judul buku dibaca dan 1 juta tulisan dihasilkan dari pelaku pendidikan. Baik guru maupun siswa," ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Sophan Adriyanto kepada detikcom, Jumat (30/1/2016).
Sophan menganjurkan agar para pelajar di DKI bisa meluangkan waktu setidaknya 15 menit untuk membaca buku. Dia ingin ada semangat dan budaya baru dalam membaca dan menulis di kalangan pendidikan DKI.
"Jakarta harus menjadi contoh bagi provinsi daerah lain. Membaca dan menulis merupakan pembangunan karakter baik dan berakhlak mulia. Perlu perhatian besar bagi para guru untuk membangun generasi yang berkarakter dan mampu berkompetisi," kata Sophan.
Sophan juga mengatakan, untuk mencapai target itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah mendeklarasikan program 'Semangat Membaca'. Dalam kegiatan itu, DKI Jakarta juga dicanangkan sebagai Provinsi Literasi.
Selain itu, lanjut Sophan, perbaikan perpustakaan dan penyediaan buku juga menjadi salah satu pendukung tercapainya target tersebut. "Perbaikan perpustakaan dan penyediaan buku menjadi salah satu yang harus disiapkan dalam mencapai target ini," katanya.
Modus Sindikat Penjual Ginjal: Palsukan KTP dan Permak Korban Tampil Muda

Bandar Capsa - Sindikat perdagangan organ tubuh manusia punya strategi guna memuluskan aksinya. Selain membidik warga miskin dan orang terjerat utang, para pelaku menyiapkan modus sedemikian rupa guna meyakini dokter dan pasien.
Salah satu korban, Edi Midun (39), membeberkan siasat jahat jaringan penjual ginjal yang kiprahnya sukses dibongkar Bareskrim Mabes Polri. Edi terpaksa menjual satu ginjal bagian kiri seharga Rp 70 juta lantaran harus melunasi utang. Dia menyadari perbuatan nekat tersebut tidak patut ditiru.
"KTP saya dipalsukan," kata Edi di rumahnya,Kampung Pangkalan, Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/1/2016).
Para tersangka yaitu AG, DD dan HS, mengubah tahun kelahiran Edi. Tertera dalam KTP palsu itu Edi seolah-olah lahir pada 1986.
"Soalnya kan dokter atau pasien lebih memilih pedonor berusia muda, ya sekitar usia 20 tahunan," ucap Edi yang bekerja sebagai sopir angkutan barang.
Bapak empat anak ini tampang aslinya memang tak muda lagi. Ciri khasnya berkumis.
"Nah, sebelum dipoperasi, saya dipermak sama mereka (sindikat). Kumis harus dicukur. Rambut dipangkas rapi ala anak muda zaman sekarang," tuturnya.
Aksi penyamaran Edi atas perintah para pelaku berlangsung lancar. Dia berhasil mengelabui tim dokter dan pasien. "Bukan hanya saya, korban lain yang usianya kelihatan tua, mau enggak mau haru menyamar jadi muda," ujar Edi.
Lelaki berperawakan kurus tersebut menjalani operasi pengangkatan ginjal pada Oktober 2014 silam di salah satu rumah sakit terkenal di Jakarta Pusat. "Ginjal saya dibeli seorang pasien pria. Usia pasien itu sekitar 35 tahun," katanya.
Selain itu, Edi dipaksa berbohong oleh sindikat soal hubungan dia dengan pasien penerima donor ginjal. "Saya bilang ke dokter, saya ini mantan pegawai si pasein," ujarnya.
Berdalih membantu pasien demi kemanusian, para pelaku memanfaatkan korban yang nampak galau gara-gara faktor ekonomi. Iming-iming uang berlimpah memicu korban lupa logika. Tentu saja, faktor ketidaktahuan soal hukum menjadikan korban terjerumus mengkomersilkan ginjalnya.
Edi mengakui memperjual belikan organ tubuh merupakan tindakan negatif. "Saya ingatkan kepada masyarakat, kalau mengalami kesusahan, janganlah jual ginjal," kata Edi.
Cerita Jokowi di Balik Program Listrik 35.000 MW

Bandar Capsa - Presiden Joko Widodo mengungkapkan adanya pihak-pihak yang pesimis dengan program listrik 35.000 MW yang ditetapkannya. Termasuk Menteri di kabinetnya yang juga meragukan tercapainya program ini.
"Angka ini (35.000 MW) saya dapat dari perhitungan, bukan awur-awuran. Kelihatannya sangat Sulit dalam waktu 5 tahun," kata Jokowi.
Hal ini disampaikan Jokowi di hadapan ratusan rektor se-Indonesia dalam acara Forum Rektor Indonesia 2016 di Universitas Negeri Yogyakarta, Sleman, Jumat (30/1/2016) malam.
Setelah dipelajari, kata Jokowi, ada dua problem utama. Pertama, izin yang terlalu banyak yang mencapai 59 izin untuk pembangkit tenaga listrik. Kedua masalah pembebasan lahan.
"Sehingga ada menteri yang sampaikan nggak mungkin bisa mencapai 35.000 MW," kata Jokowi.
Namun Jokowi menegaskan, Menteri bertugas untuk mencapainya. Tugasnya sebagai Presiden adalah membuat target.
Di antara banyaknya izin itu, Jokowi mengungkapkan ada izin yang baru selesai selama 3 tahun. Bahkan di Sumatera Selatan terdapat izin yang tak selesai juga diurus setelah 6 tahun.
"Jengkel saya dengarnya," keluh Jokowi.
Selanjutnya Jokowi meminta agar perizinan dipotong dari semula 59 izin menjadi 22 izin. Namun menurutnya, jumlah ini juga masih terlalu banyak.
"Kita punya 42.000 aturan regulasi. Saya suruh hitung semua kementerian. Aturan itu yang bikin siapa sih? Lha bikin aturan menjerat kita sendiri. Kita jadi tidak cepat, tidak lincah. Kita jadi sulit membangun karakter dengan kondisi seperti ini," ulas Jokowi.
Diperiksa 4 Hari Berturut-turut, Aseng Banyak Ungkap Kasus Damayanti ke KPK

Bandar Capsa - Pengusaha So Kok Seng alias Aseng menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus suap yang menjerat Damayanti Wisnu Putranti selama 4 hari belakangan ini. KPK menyebut informasi yang diterima dari Aseng cukup signifikan dan perlu digali lebih dalam.
Aseng sendiri telah dicegah KPK serta kantor dan rumahnya di Ambon digeledah. Dia merupakan pemilik dari perusahaan Cahaya Mas Perkasa yang terkait dengan proyek jalan.
Sejak hari Selasa (26/1) Aseng telah menjalani pemeriksaan. Kemudian pada hari Rabu (27/1), Kamis (28/1) dan Jumat (29/1), Aseng juga menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai saksi, tetapi tak sepatah katapun keluar dari mulutnya usai diperiksa.
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyebut Aseng memiliki banyak informasi terkait kasus tersebut. Oleh sebab itu, pemeriksaan lanjutan terhadap Aseng dilakukan.
"Soal Aseng yang berhubungan dengan kasus DWP memang secara intensif diperiksa karena menurut penyidik-penyidik KPK memiliki informasi yang banyak. Untuk itu sehingga butuh investigasi yang lebih juga," ucap Syarif di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (29/1/2016).
Namun sayangnya Syarif tidak menjelaskan informasi apa saja yang didapat dari Aseng. Pada Jumat (22/1), tim penyidik KPK melakukan sejumlah penggeledahan yaitu di rumah Direktur PT Cahaya Mas Perkasa, kantor PT Cahaya Mas Perkasa, dan Gedung Balai Pelaksanaan Jalan Sembilan di Ambon. Dari penggeledahan itu penyidik KPK berhasil membawa sejumlah dokumen yang mengarah ke pengembangan kasus yang tengah dilakukan KPK.
Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan Damayanti Wisnu Putranti, Julia Prasetyarini, Dessy A Edwin dan Abdul Khoir sebagai tersangka kasus penyuapan pemulusan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Damayanti disangka telah menerima suap senilai SGD 404 ribu. Namun KPK menutup rapat soal proyek yang diamankan Damayanti.
Gempa dan Malam Takbiran Mengapit Gerhana 1983

Bandar Capsa - Gempa mengejutkan ratusan pengamat gerhana matahari total 11 Juni 1983 di Tanjung Kodok, Jawa Timur. Getaran gempa berkekuatan 5 skala Richter itu terasa di Tanjung Kodok.
Menurut catatan kantor Badan Meteorologi dan Geofisika di Tanjung Kodok, pusat gempa pada pukul 10.34 itu berada 250 kilometer dari lokasi pengamatan gerhana itu. Getaran gempa yang paling kuat terasa di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Sebenarnya gempa ini cuma kebetulan saja terjadi saat gerhana. Tapi tak sedikit yang bertanya-tanya adakah hubungan antara gempa dengan gerhana.
Sore hari usai gerhana matahari, masyarakat yang tadinya bersembunyi di rumah mulai keluar dan mempersiapkan datangnya bulan Ramadan. Departemen Agama ketika itu memutuskan 12 Juni 1983 sebagai 1 Ramadan 1403 H.
Namun karena ada imbauan dilarang keluar rumah saat gerhana, banyak tradisi menyambut bulan puasa di Jawa Tengah dan Yogyakarta dibatalkan. Seperti dilansir harian Suara Karya, acara tuguran yang jadi tradisi menyambut bulan puasa di Semarang pun sepi.
Tradisi padusan di Yogyakarta pun terhambat akibat jadi tempat-tempat yang akan jadi lokasi menjalankannya ditutup. Pemerintah daerah dan aparat keamanan Yogyakarta melarang masyarakat berkeliaran saat gerhana berlangsung.
Gerhana matahari total 1983 melintasi Pulau Jawa mulai dari Pagandaran, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan bergerak ke Sulawesi Selatan dan Seulawesi Tenggara, lalu ke sisi selatan Papua.
Gerhana matahari akan melintasi Indonesia lagi pada 9 Maret 2016. Kali ini Wilayah yang dilintasi adalah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara.
Thursday, January 28, 2016
Bus TransJakarta yang Terbakar di Latuharhary Tak Angkut Penumpang

Bandar Capsa - Bus TransJakarta yang terbakar di Latuharhary sedang tidak mengangkut penumpang. Sopir dan petugas TransJakarta bisa menyelamatkan diri.
"Tadi busnya tidak ada penumpang, kosong," kata kontributor pasangmata.com, Azhar B Masen saat dihubungi, Jumat (29/1/2016) pukul 06.42 WIB.
Azhar melintas di Jl Latuharhary, tepatnya di bawah flyover Rasuna Said, Jakarta Selatan pada pukul 05.55 WIB. Saat itu, sopirnya sudah berhasil keluar dari bus.
"Sopirnya di pinggir jalan sama satu orang petugas TransJakarta," ucapnya.
Bus yang terbakar adalah bus berwarna abu-abu dengan nomor bodi JTM 060. Ketika dia melintas, api sudah melalap lebih dari separuh badan bus tersebut.
"Sudah hampir habis busnya, asapnya tebal," ujar Azhar.
Dua bus TransJakarta lain yang melintas sempat berhenti dan petugasnya membantu memadamkan dengan alat pemadam. Namun, hingga pukul 06.30 WIB, api belum padam.
Finlandia Berencana Keluarkan 20 Ribu Pencari Suaka dari Negaranya

Bandar Capsa - Ribuan pencari suaka berbondong-bondong hijrah ke tanah Eropa untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Namun tak semua negara dengan senang hati membuka pintu untuk menyambut mereka.
Seperti di Finlandia, Kementerian Dalam Negerinya berharap dapat mengeluarkan sekitar 20 ribu dari 32 ribu pencari suaka yang mereka terima pada tahun 2015.
"Pada prinsipnya kita berbicara sekitar dua pertiga, yang berarti sekitar 65 persen dari 32 ribu orang pencari suaka akan mendapatkan keputusan (untuk dikeluarkan) dari negara kami," ujar Paivi Nerg dari Kementerian Administrasi Finlandia seperti dilansir AFP, Jumat (29/1/2016).
Lebih dari 20 ribu pencari suaka di Finlandia diterima pada tahun 2015 dari negara Irak. Nerg mengatakan jumlah pencari suaka yang diperkirakan akan dikeluarkan dari negara tersebut akan dievaluasi secara individu.
"Tahun lalu sekitar 60 persen pencari suaka menerima kemungkinan negatif untuk masuk ke negara kami, namun saat ini kami memperketat kriterianya untuk warga Irak, Afghanistan dan Somalia," jelasnya.
Pada tahun 2015, Finlandia memberikan persyaratan sulit bagi para pencari suaka asal Irak, Afghanistan dan Somalia untuk mendapatkan suaka, dan menyimpulkan bahwa di beberapa wilayah negara-negara tersebut situasi keamanan dianggap telah mereda.
Deportasi sendiri akan dilaksanakan secara bertahap oleh otoritas imigrasi untuk menyiapkan aplikasi. Finlandia saat ini tengah berada dalam negosiasi diplomatik dengan Rusia untuk menghentikan para imigran memasuki Finlandia melalui wilayah Arktik.
Setelah Norwegia membatasi imigran untuk memasuki negaranya pada Desember 2015 lalu, aliran imigran berbalik arah ke Finlandia.
Jumlah Eks Anggota Gafatar Asal Banten Terus Bertambah

Bandar Capsa - Jumlah eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Provinsi Banten yang terusir dari Kalimantan kemungkinan akan terus bertambah. Menurut data dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, sebanyak 61 anggota eks anggota Gafatar asal Banten akan kembali malam ini.
"Jumlahnya kemungkinan akan sangat banyak bertambah. Saat ini ada 61 orang eks anggota Gafatar yang terbagi tiga lokasi, yakni 17 orang berada di Boyolali Jateng, 11 orang ada di Cibubur Bogor, dan 33 ada di Bambu Apus Jaktim. Mereka akan dijemput oleh Dinsos kabupaten/kota. Malam ini (kemarin) juga langsung diserahterimakan," ungkap Kepala Dinsos Provinsi Banten, Ino S Rawita kepada detikcom, Kamis (28/1/2016) malam.
Menurut keterangan Ino, 17 orang yang berada di Boyolali akan dijemput Dinsos provinsi karena belum diketahui domisilinya secara pasti.
"17 orang yang di Boyolali ini belum tahu asal dari kabupaten/kota mana. Jadi provinsi yang jemput dan selanjutnya akan ditempatkan di Balai Perlindungan Sosial Lansia di Cipocok Jaya," ujarnya.
Ino mengatakan, tim Dinsos langsung bergerak ke tiga lokasi begitu mendapat informasi tersebut. "Kami utus tim langsung ke Cibubur untuk kroscek. Warga Banten ini terdiri dari orang tua dan anak-anak. Di Cibubur ini 5 orang asal Lebak dan 6 orang asal Kabupaten Tangerang," tukas Ino.
Sebelumnya, sebanyak 160 orang eks anggota Gafatar tiba lebih dulu di Banten pada Selasa (26/1) lusa dan langsung dijemput Dinsos Provinsi untuk ditempatkan di Balai Pemulihan dan Pengembangan Sosial (BP2S) di Pasir Ona Rangkasbitung, Lebak, yang selanjutnya dilakukan pendataan ulang. Saat ini mereka sudah diserahterimakan ke kabupaten/kota masing-masing sesuai domisili untuk mendapatkan pembinaan.
Ini Kata Pemilik Gudang Soal Pengungkapan Penyimpanan Sabu 100 kg di Jepara

Bandar Capsa - Pemilik gudang yang disewa CV Jeparaya Int di Dukuh Sorogenen, Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara, Jawa Tengah, Yunpelizar (42) kecewa karena bangunan miliknya disalahgunakan menyimpan sabu. Padahal penyewa yaitu Didi menyewa untuk kegiatan finishing mebel kayu.
Yunpelizar atau yang akrab disapa Ujang mengatakan gudang seluas sekitar 1.000 m2 itu disewa Didi sejak 2014. Didi bukan orang asing bagi Ujang karena Didi merupakan ketua RT di Perum Regency Desa Pekalongan RT 07 RW 02 Kecamatan Batealit tidak jauh dari rumah Ujang.
"Penyewanya pak Didi. Dia warga desa ini ketua RT di kampung sebelah. Tidak menyangka jadi tempat sabu," kata Ujang saat ditemui detikcom, Kamis (28/1/2016).
Didi yang merupakan pebisnis mebel khas Jepara itu mengaku menggunakan gudang untuk finishing mabel kayu usahannya. Memang ada orang asing yang sesekali berada di gudang tersebut.
"Selama ini mebel biasa, untuk finishing. Warga asingnya dia tidak tinggal di sini, jarang ke sini. Pernah lihat 2 atau 3 kali saja," pungkasnya.
Menurut kabar, salah satu dari tiga tersangka yang merupakan warga Pakistan merupakan adik ipar Didi. Selain gudang milik Ujang, Didi juga pernah menyewa gudang tidak jauh dari lokasi.
"Di lingkungan ini aktivitas tidak ada yang mencurigakan. Untuk finishing mebel. Hari Selasa (26/1) kemarin datang mobil boks, bawa mesin dari China itu," tandas Ujang.
Ia menegaskan pihaknya selaku pemilik gudang merasa kecewa dan resah. Ia kecewa karena penyewa memanfaatkan gudangnya untuk sindikat peredaran narkoba internasional dan ia resah karena menyebabkan banyak kerabat yang khawatir.
"Saya pemilik gudang kecewa, tahunya untuk produksi mebel. Saya juga resah, keluarga jadi khawatir. Saya bersyukur ini terungkap, alhamdulillah, karena banyak sekali, kalau sampai beredar bagaimana," terang Ujang.
Pabrik milik Ujang itu digeledah tim BNN dan Bea Cukai Wilayah Jateng-DIY hari Rabu (27/1) kemarin sekitar pukul 13.00 WIB. Ada empat WNA asal pakistan dan empat WNI yang diamankan sebagai tersangka. Didi juga menjadi salah satu tersangka.
Dari penelusuran dan penggerebekan kemarin ditemukan sekitar 100 kg sabu yang disembunyikan dalam mesin genset, namun jumlah tersebut belum total semuanya karena baru 94 genset yang dibuka, masih ada 100 genset lainnya.
Rekaman Sadapan dan CCTV Diputar Jaksa KPK, Dewie Limpo Tetap Berkilah"

Bandar Capsa - Anggota Komisi VII DPR nonaktif Dewie Yasin Limpo menyangkal meminta fee alias dana pengawalan dalam pengurusan proposal alokasi anggaran proyek listrik Kabupaten Deiyai, Papua.
Gara-gara penyangkalan ini, Jaksa pada KPK memutar sejumlah rekaman sadapan perbincangan telepon sejumlah orang termasuk memutar rekaman kamera pengawas CCTV pertemuan Dewie Limpo dengan Kadis ESDM Dieyai, Irenius Adii dan pemilik PT Abdi Bumi Cenderawasih Setiady Jusuf yang diyakini Jaksa membahas masalah fee untuk pengurusan anggaran proyek listrik.
Jaksa mulanya menanyakan percakapan telepon antara staf ahli Dewie, Rinelda Bandaso alias Ine dengan Dewie menggunakan telepon genggam Bambang Wahyuhadi yang juga tenaga ahli Dewie.
"Seingat saya tanggal 13 (Oktober 2015) cuma sekali saya berhubungan dengan Ine, mungkin pakai telepon Pak Bambang ," kata Dewie bersaksi dalam sidang dengan terdakwa Irenius Adii dan Setiady di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (28/1/2016).
Percakapan itu diakui Dewie menyinggung proposal Deiyai. Namun Dewie membantah membicarakan fee dengan menyebut "kalau dia OK, kita dorong, kalau tidak pulangin saja".
Istilah ini diyakini jaksa terkait dengan fee yang harus disiapkan agar proposal Deiyai bisa didorong untuk dianggarkan dalam alokasi dana yang dititipkan dalam BUMN.
"Tidak ada," ujar Dewie menyangkal.
Jaksa langsung memutar rekaman sadapan antara nomor 0813xxx998 milik Bambang Wahyuhadi dengan nomor telepon 0823xxx871 milik Rinelda alias Ine.
"Itu tidak lagi tango-tango, itu langsung diserahkan ke BUMN. Ini sekian anunya. Kan semuanya mendapat 2 triliun kan, dibagikan ke BUMN, nanti dititipi," kata Dewie dalam percakapan telepon sadapan KPK yang diperdengarkan dalam sidang.
Ine dalam percakapan tersebut hanya mengiyakan perkataan bosnya, Dewie. "Kalau dia OK kita dorong itu, kalau tidak pulangin sajalah," kata Dewie dalam lanjutan percakapan yang disadap KPK.
Meski sangkalan pada awal tanya jawab terbantahkan dengan bukti sadapan ini, Dewie tetap berkilah.
"Maksudnya proposal dia diserahkan ke BUMN, kalau BUMN OK dorong aja, kasih (proposal). Itu perjuangannya, masing-masing mendorong orang setiap dapilnya," kata Dewie membantah kalimat 'OK dorong saja' terkait dengan fee pengurusan.
Selain itu jaksa juga memutar rekaman kamera pengawas CCTV di Restoran Bebek Tepi Sawah Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, pada 18 Oktober 2015. Dewie memang berulang kali membantah membicarakan fee di restoran tersebut karena mengaku hanya tak sengaja bertemu Irenius dan Setiady.
"Saya tidak pernah tahu mereka buat pertemuan di sana. Saya mampir sebentar kurang lebih 10-15 menit," katanya.
Dalam pertemuan yang juga dihadir Ine dan Bambang Wahyuhadi dan Stefanus Harry Jusuf rekan Setiady, Dewie mengaku hanya berbincang santai.
Tapi Jaksa punya bukti CCTV. Dewie berada di restoran tersebut selama 36 menit. "Saudara hadir pukul 16.46 WIB dan meninggalkan restoran pukul 17.22 WIB. Anda sekitar 30 menit di situ," kata Jaksa yang memutar rekaman CCTV di persidangan.
Meski bantahan Dewie yang menyebut hanya 15 menit berada di restoran terbantahkan dengan bukti CCTV, lagi-lagi Dewie menyangkal berbicara soal fee. "Bukan cuma perkenalan, banyak candanya," ujar Dewie.
Keterangan Dewie soal bantahan membahas fee di restoran Bebek Tepi Sawah memang bertolak belakang dengan kesaksian stafnya Ine. Dalam persidangan Kamis (21/1), Ine menyebut Dewie bicara langsung meminta fee pada pertemuan di restoran Bebek Tepi Sawah. "Ibu Dewie dan Pak Setiady membicarakan masalah fee," tegas Ine dalam persidangan.
Jumlah dana pengawalan untuk proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Deiyai yang harus disiapkan menurut Ine mencapai Rp 1,7 miliar dari anggaran proyek yang dimasukkan dalam alokasi dana APBN 2016 sebesar Rp 50 miliar yang dititipkan pada BUMN.
"Bu Dewie bilang siap dibantu tapi siapkan dana pengawalan. Awalnya 10 persen, setelah ditawar (menjadi) 7 persen," tegas Ine.
Duit fee ini kemudian diberikan dari kocek Setiady dengan syarat perusahaannya dijamin menjadi pelaksana proyek di Deiyai. Duit diserahkan dalam bentuk dollar Singapura sebesar SGD 177.700.
Bukan cuma itu, Ine memastikan kalimat 'Kalau dia OK kita dorong' dimaksudkan untuk menegaskan fee yang harus disiapkan Setiady. "Dana Setiady," tegas Ine pekan lalu.
Subscribe to:
Comments (Atom)