meja13.com/app/Default0.aspx?lang=id

Tuesday, January 19, 2016

Jaksa Agung Anggap Fraksi Gerindra yang WO di Tengah Raker Tak Sabar

Jaksa Agung Anggap Fraksi Gerindra yang WO di Tengah Raker Tak Sabar

www.meja13.combandar capsa - Aksi walk out Fraksi Gerindra membuat rapat kerja Komisi III dengan Jaksa Agung M. Prasetyo harus diskors dan rencananya dilanjutkan Rabu besok. Prasetyo terkejut dengan keputusan Fraksi Gerindra yang dinilainya tak sabar.

Padahal, menurutnya setelah menjawab dari pertanyaan sesi pendalaman, Prasetyo sempat bertanya kepada Komisi III. Namun, anggota Fraksi Gerindra yang hadir dalam raker tak menjawab.

"Tadi, saya bertanya, apakah ada yang terlewat? Tapi, semuanya diam. Saya agak heran. Rapat kan belum selesai. Silakan ditanya. Dari pagi kami ada, kami layani, dan tak mengeluh," ujar Prasetyo di ruang Komisi III, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/1/2016).

Aksi WO fraksi Gerindra dipicu jawaban Prasetyo ada yang kurang. Dua pertanyaan terkait penarikan Jaksa Yudi Kristiana dari KPK serta pencekalan terhadap Direktur Utama Mobile 8 Telecom Harijaya.

Selain tak menjawab, Prasetyo dianggap memberikan jawaban bertele-tele. Sebagai Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Gerindra di Komisi III, Sufmi Dasco Ahmad mengambil sikap WO.

"Fraksi Gerindra kalau ditanya kinerja Kejaksaan Agung tidak hanya dilihat dari gedung bundar saja, melainkan seluruh Indonesia. Ada pertanyaan soal Jaksa Yudi yang menangani OC Kaligis ditarik KPK. Dan soal Mobile 8, Pak Harijaya yang bersangkutan tidak pernah menjadi Dirut tersebut. Kami tunggu tapi dari tadi tak dijawab, muter-muter saja," tutur Dasco di ruang Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/1/2016).

Setelah aksi WO Fraksi Gerindra, Prasetyo memberikan jawaban singkat terkait dua persoalan ini. Soal Jaksa Yudi, dia menjawab alasan penarikan ini karena yang bersangkutan mendapat promosi. Tak ada kepentingan terkait kasus yang ditangani Jaksa Yudi dalam perkara yang melibatkan pengacara kawakan Otto Cornelis Kaligis. Begitupun terkait pencekalan Harijaya.

"Harijaya, kami itu ada bukti kalau dia Direktur Utama. Hanya saja Gerindra tak sabar, tak menunggu. Kalau ada informasi dia bukan Dirut, itu jauh dari fakta," tuturnya. 
(hat/Hbb)




No comments:

Post a Comment