meja13.com/app/Default0.aspx?lang=id

Sunday, January 31, 2016

Hasim Muzadi: LGBT Kelainan Seksual, Harus Direhabilitasi

Hasim Muzadi: LGBT Kelainan Seksual, Harus Direhabilitasi

Bandar Capsa - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Hasyim Muzadi mengatakan, polemik Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) tidak bisa diselesaikan melalui pendekatan HAM dan demokrasi. Menurutnya, pendekatan yang benar adalah melalui rehabilitasi.

"Polemik perihal LGBT tidak bisa diselesaikan melalui pendekatan HAM dan demokrasi, karena pada hakikatnya LGBT merupakan kelainan seksual dalam peri kehidupan seseorang, sebagaimana juga bisa terjadi di bidang yang lain," kata Hasyim dalam rilisnya yang diterima detikcom, Senin (1/2/2016).

"Maka pendekatan yang benar adalah prevensi dan rehabilitasi sehingga seseorang bisa kembali normal," sambung mantan Ketua Umum PBNU ini menegaskan.

Dijelaskan Hasyim, prevensi dapat dilakukan sejak masa kanak-kanak sebagai penangkal dini apabila terdapat gejala kelainan seksual dengan cara psikoterapi, penyadaran, dan latihan-latihan agar kelainan seks itu tidak berkembang. Sedangkan proses rehabilitasi diperlukan untuk mereka yang sudah terlanjur menjadi bagian dari kelainan tersebut. 

"Sesulit apapun proses rehabilitasi ini harus dilakukan, agar jumlah LGBT tidak membesar. Yang perlu diperhatikan bahwa masyarakat umum tidak boleh menjauhi mereka secara diskriminatif karena sesungguhnya mereka sendiri juga tidak menyukai kelainan tersebut," ujarnya.

Menurut Hasyim, legalisasi yang dilakukan oleh negara-negara barat terhadap LGBT tidak berangkat dari norma etika dan agama, tapi semata karena pendekatan sekularis ateistik.
"Apabila di Indonesia secara sengaja dan terencana ada kampanye pengembangan LGBT maka hal tersebut merupakan bahaya terhadap budaya dan tata sosial agamis di Indonesia," ucapnya. 

No comments:

Post a Comment