meja13.com/app/Default0.aspx?lang=id

Wednesday, March 23, 2016

Cerita Para Konselor Mengurusi Pecandu Narkoba: Mereka Seperti Anak-anak

Cerita Para Konselor Mengurusi Pecandu Narkoba: Mereka Seperti Anak-anak

Bandar Capsa - Christian Candra (35) pernah keluar masuk rehabilitasi karena narkoba. Dulu, dia adalah pecandu berat, namun kini bertindak sebagai konselor. Bagaimana suka dukanya mengurusi para pecandu? 

Saat ditemui di Balai Rehabilitasi Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhir pekan lalu, Christian sedang sibuk menjadi konselor. Dia sempat bercerita ketika masih jadi pecandu dulu, hingga akhirnya membantu para pecandu keluar dari jeratan setan zat aditif.

"Ya saya terjerumus dari pergaulan, waktu itu masih sekolah swasta. Saya pertama kali SMP kelas 3 sudah kenal ganja. Terus tahun 1994 mulai masuk putaw, sampai 2003 jadi pecandu," cerita Christian kepada detikcom.

Saat itu, Christian sempat menjalani rehabilitasi, namun ternyata kembali ketagihan. Setelah itu, dia bolak-balik masuk rehabilitasi, hingga akhirnya menjadi konselor BNN. Kini, dia menjadi deputi house of hope di Balai Rehabilitasi BNN Lido.
Menurut Christian, tak semua pecandu narkoba yang sudah direhab benar-benar bisa terlepas dari kecanduan. Selalu ada godaan, mulai dari faktor lingkungan sampai keluarga. "Saya sendiri kembali terjerumus akibat keributan antar keluarga hal itu membuat saya kembali lari sebagai pengguna narkoba. Ya waktu itu saya sadar saya selalu lari dari permasalahan yang ada seperti pengecut," ungkapnya.

Selama hampir 10 tahun menjadi konselor, Christian sudah tahu seluk-beluk para pecandu saat menjalani rehabilitasi. Ada yang kabur karena tidak tahan dengan aturan yang ada. Sebagian lagi memberontak dengan segala cara.

"Ketika diambil haknya mereka pasti kecewa. Karena semua hak mereka yang di dapat di luar kita tarik semua. Kita ingin mengajarkan semua itu butuh proses panjang tidak ada cara instan," terangnya.
"Mereka lebih banyak seperti kekanak-kanakan. Pernah satu resident sudah berumur ingin sesuatu tapi keinginan kita tolak. Ketika ditolak, resident itu sampai nangis guling-guling di lantai agar keinginannya dikabulkan," sambungnya.

Christian berpesan agar anak-anak muda yang tertarik mencoba narkoba berpikir 1.000 kali. Sebab, begitu sudah menggunakan sekali sampai dua kali, dampaknya luar biasa. Tak hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk orang lain.

"Persoalannya pengguna narkoba itu permasalahan gangguan kejiwaan. Salah sedikit maka progam rehabilitasi yang kita tanam tidak akan masuk," pesannya.

Link Alternatif :
www.bintangcapsa.com
www.meja13.net
www.capsa168.com
ANTI NAWALA : http://192.169.219.143/

No comments:

Post a Comment