meja13.com/app/Default0.aspx?lang=id

Friday, December 11, 2015

Bantah Minta Saham Freeport, Luhut: Apakah Masuk Akal?

Bantah Minta Saham Freeport, Luhut: Apakah Masuk Akal?

Bandar Capsa - Nama Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan disebut dalam rekaman pembicaraan Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha Reza Chalid, dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Luhut menepis hal tersebut dan menegaskan tak pernah meminta saham Freeport.


Alasannya, karena meminta saham Freeport itu hampir tak masuk akal.

"Saya enggak pernah meminta saham Freeport. Gini ya adik-adik semua, kalian itu masih muda. Apakah masuk akal orang berikan saham (Freeport) 20 persen dengan siapapun itu? 20 persen itu sama dengan USD 1,8 miliar, mungkin sekarang USD 1,6 miliar," ujar Luhut di ruang Bima, kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (11/12/2015).

Dia pun menjelaskan posisi Freeport yang merupakan perusahaan asing dengan sistem yang ketat. Apalagi, Freeport merupakan perusahaan asal Amerika Serikat yang tentu kebijakannya harus ditentukan dari pusat, bukan petinggi dari Freeport Indonesia.

"Dan, Freeport itu publik listen di New York, dan kalau ada yang berikan itu, hebat banget itu. Presiden direktur itu kan hanya digaji, kalau ada yang meminta itu dan benar, menurut saya aneh," tuturnya.

Dalam rekaman pembicaraan yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha Reza Chalid, dan Presdir Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, nama Luhut disebut paling banyak. Purnawirawan jenderal bintang tiga itu disebut sebanyak 66 kali.

No comments:

Post a Comment